ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA KOMPLASI - Malang (Komunitas Mahasiswa Dan Pelajar Sila - Malang)

KOMPLASI - Malang “Komunitas Mahasiswa dan Pelajar Sila - Malang” Januari, 2009.

PENGUMUMAN !!!

"Mohon untuk dibaca dan diberitahukan kepada teman-teman yang lain"

KEBERSAMAAN KELUARGA KOMPLASI MALANG

Lagi asik bergoyang bersama-sama. hehehe.

Di Pantai

Kebersamaan yang tak terlupakan.

HAVE FUN PICNIC Bajul Mati

"kebersamaan keluarga Komplasi Malang"

Senin, 03 November 2014

KEBERSAMAAN, KOMPETENSI, LOYALITAS, PENGORBANAN DAN TANTANGAN

Organisasi merupakan sarana untuk sekumpulan individu yang memiliki kesamaan tujuan dan sasaran tertentu di bidang yang sesuai dengan kompetensi para anggotanya. Hal ini merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan sesamanya. Dengan berorganisasi, setiap individu dapat belajar untuk mengutamakan kepentingn organisasi daripada kepentingan pribadi mereka sehingga proses pembentukan karakter dari lingkungan organisasi ini sangat mempengaruhi keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh anggota dari suatu organisasi.
Hal yang sangat penting dan fundamental di dalam sebuah organisasi adalah LOYALITAS dan KEBERSAMAAN dari setiap anggota dan pimpinannya yang akan sangat menentukan kemajuan dan perkembangan organisasi mengingat adanya berbagai tantangan yang seringkali dialami oleh sebuah organisasi. Tanpa adanya loyalitas dan kebersamaan, maka sebuah organisasi tidak akan berjalan dengan baik bahkan terkadang tidak akan mampu bertahan apabila di dalamnya tidak diterapkan sikap loyal dan kebersamaan dengan baik.
Hal ini dapat dikatakan sebagai kesetiaan terhadap organisasinya. Apabila para anggota organisasi memiliki kesetiaan / loyalitas terhadap organisasinya, maka ia akan merasa memiliki kesadaran akan kewajiban untuk menggunakan semua fasilitas, kemampuan serta sumber daya yang dimilikinya demi kemajuan organisasinya. Semua itu dapat terlihat dari para anggota organisasi yang selalu menaati peraturan atau kesepakatan yang telah ditentukan baik tertulis maupun lisan. Ia akan mendukung setiap program kerja organisasi yang telah dijalankan dan akan mengerjakan bagiannya dengan baik dan penuh tanggung jawab. Tentunya terkadang memerlukan pengorbanan baik secara materi maupun waktu yang seringkali tidak dapat diterima oleh mereka yang tidak memiliki kesetiaan / loyalitas terhadap organisasinya.
Disamping loyalitas, di dalam berorganisasi juga memerlukan sebuah KEBERSAMAAN, dimana dapat diartikan sebagai semangat kesatuan, sehati, sepikir dan sepenanggungan dalam menjalankan aktivitas organisasi. Akan tetapi terkadang di dalam melaksanakan program kerja organisasi tidak semua anggota memiliki kesamaan sistem / metode dalam mengerjakan bagiannya sehingga hal ini membuat kemajuan dan perkembangan organisasi menjadi terhambat. Keinginan-keinginan untuk memanfaatkan keadaan dan fasilitas yang dimiliki sebuah organisasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja seorang anggota organisasi.

Oleh : 
Mahfuz M. Saleh

Jumat, 24 Oktober 2014

' KARENA KAU ISTIMEWA ' (Biarkan aku mencintaimu Dalam DIAM)

Sahabat, taukah kau?  kau adalah seorang yang istimewa, kau unik.., karena tidak ada yang menyerupaimu. Lihatlah, di dalam dirimu tersimpan begitu banyak kelebihan, banyak hal yang aku tak bisa tapi kau bisa melakukannya. Sungguh terkadang akupun ingin sepertimu, bukan berarti aku tdk suka dengan diriku sekarang, tidak! sungguh aku sangat bersyukur dengan segala keunikan yg telah ALLAH anugerahkan kepadaku. Dan aku harap kaupun begitu. Tak usah berkecil hati ketika kau melihat orang lain jauh lebih beruntung dibanding dirimu. Karena setiap diri memang diciptakan dg segala kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan aku yakin kaupun bisa jauh lebih baik dari mereka, asal kau bisa mengoptimalkan segala keunikan yg ada padamu. Tak usah kau sibuk utk menjadi orang lain, karena menjadi dirimu sendiri jauh lebih baik . Maka, berbahagialah karena kau telah diciptakan sebagai dirimu. Beruntunglah karena kau adalah dirimu. Karena bagiku kau istimewa.
Jika kau belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, maka cukup cintai dia dalam diam, Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu kepadanya Karena dalam diammu tersimpan kekuatan dan harapan Kau ingin menjaga hatinya dg tidak mengajaknya menjalin hubungan yg terlarang, menghindarkan dirimu dr hal2 yg akan merusak izzah dan iffahmu. Bukankah cinta tidak harus di ungkapkan dg kata2? Bukankah cinta tidak selalu diwujudkan dg pacaran? Jika kau benar-benar mencintainya, maka kaupun harus berani untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Karena cinta memang butuh komitmen, cinta butuh tanggung jawab. Dan jika ternyata 'cinta dalam diammu' tidak memiliki kesempatan utk berbicara di dunia nyata, Biarkan ia tetap diam Jika dia memang bukan yg terbaik untukmu, maka percayalah ALLAH akan memilihkan orang yg lebih baik darinya dan memberikan rasa yg lebih indah untukmu. Maka.., biarkan cinta bermuara pada tempat yg semestinya, dengan orang yang tepat, di waktu yang tepat hanya dari ALLAH.

Sahabat, apapun kondisi kita saat ini, kita harus yakin bahwa inilah yg terbaik menurut Allah. Akan selalu ada harapan dalam keyakinan, selalu ada hikmah dalam kesyukuran, selalu ada keteguhan dalam kesabaran dan selalu ada keniscayaan dalam doa.

Berharap yg terbaik, lakukan yg terbaik, dan bertawakallah hanya kepada-NYA. Insyaallah akan selalu ada jalan..

Oleh : Sain Al-Husaini

Kamis, 23 Oktober 2014

Dunia fatamorgana

Dunia fatamorgana
Oleh : Suhud Ongo

aku masih di sini
di dalam dunia yang aku ciptakan sendiri
aku bangun dengan kejujuran dan apa adanya
tanpa saling mendustai dan menyakiti
tanpa darah berceceran dan ini adalah nyata

cukup untuk aku menikmati sejuknya embun pagi yg menyetubuhi bumi
dengan tirai-tirai dedaunan yg kokoh
ditambah percikan sinar matahari yg sedikit menyengat
dan aromanya begitu menakjubkan


hhhmmm...
aku rasa inilah duniaku
tidak perduli orang lain suka atau tidak
mereka mau mencerca atau mencicipi
aq hanya akan tersenyum spanjang hari ini

betapa indah duniaku ini
tercipta dari reruntuhan harapan yang tercecer oleh badai
menyingkap semua tabirNya
tentang benar dan salah
baik dan buruk
bahkan laki-laki dan perempuan

hhhmmm...
aku rasa inilah duniaku
tanpa ambisi tapi hanya punya cita
mereguk mimpi tanpa perlu saling sikut

duniaku mulai terisi
tawa menggema di segala penjuru
dedaunanpun ikut bernyanyi riang
tidak ada pedih dan sesal
tidak ada benci dan kemunafikan

karena itu akan membuat duniaku gersang
bukan karena tak berAir tapi karena muak

hhhmmm...
Duniaku semakin dewasa
mengartikan setiap deru angin dengan logis
dan ketika guncangan datang dr arah pegunungan dia dengan bijaknya tersenyum lebar
tetapi tetap tegas dan berani
aku pun melihat kebanggaannya memuncak sampai ke langit
dan Tuhanpun mengangguk-angguk kagum

inilah duniaku
dunia dimana tidur terasa pulas
dahaga terpenuhi oleh senyuman
dan nafsu telah hilang tersapu gelombang

aku memandang duniaku ada di pinggir pantai
menggulung bersama deburan ombak
dan menghapus semua jejak palsu di atas pasir
dan datang kembali membawa berita dari dasar samudera

duniaku sudah cukup tua sekarang
tapi aku masih bisa melihat senja yang indah
di apit oleh dua gunung yang megah
mengalahkan tempat para dewa berkumpul sekalipun

aku kelelahan memandangi duniaku
peluhku tak mampu ku hilangkan dengan satin sekalipun
aku kehabisan nafas untuk menceritakannya
hanya sedikit yang ku ingat darinya

dunia yang indah, mengagumkan,
tanpa saling menyakiti
penuh dengan cinta dan kebahagiaan
hhhmmm... duniaku

Sabtu, 18 Oktober 2014

Ma'afkan aku IBU..................

Bismillahirrahmanirrahim...

Di tengah malam ini
Kucoba tuliskan segores kata
Seukir senyuman nyata
Sebagai tanda cinta
Untukmu,
Ibu....
Belum ada yang bisa kuberikan padamu, Bu...
Tidak emas
Bukan berlian
Bahkan permata
Apalagi tahta!
Yang ada hanya bohongku
Yang ada hanya bantahanku
Yang ada hanya gerutuanku
Jangankan senyum yang tersungging di wajahmu
Tapi yang ada malah air mata karna kelakuanku!
Sungguh Bu, lihatlah anakmu
Makin hari makin besar makin dewasa
Gurat tua di wajahmu pun nampak semakin nyata
Tapi,
Apakah makin besar baktiku padamu, Bu?
Katakan yang keras hingga Allah pun mendengar!
Sungguh, jawabannya tidak, Bu!
Yang ada aku semakin jauh darimu
Makin kasar terhadapmu
Tak lagi mendengarmu
Berasa diri ini sudah mampu menapak sendiri tanpa dirimu, Bu!
Diri ini sombong, diri ini angkuh!
Padahal,
Siapa aku, Bu...
Siapa aku...
Aku tidak akan ada disini tanpa dirimu
Aku yang keluar dari rahimmu beberapa tahun lampau
Bersimbah darah, bertatap dengan maut
Tapi apa, Bu...
Senyum...
Sebuah senyuman dan tangis haru yang malah ada pada dirimu,
Bukan caci maki dan sumpah serapah bahwa aku telah memberatkanmu...
Sekarang,
Ketika aku melawanmu,
Kau tak pernah lontarkan sumpah serapah mengutukku,
Yang ada kau malah mendoakanku
Mendoakan anak yang tak pernah tahu rasa terima kasih..
Duh, Ibu...
Sungguh, apakah kau tahu?
Tak salah Allah kirimkan malaikat padaku
dengan sebuah status mulia yaitu IBU...
Aku bersyukur, Bu
Sungguh bersyukur
Taqdirku bertemu denganmu
Taqdirku merasakan cintamu
Taqdirku memilikimu
Ibu,
Andai kau tahu
Sungguh selama ini banyak hal yang ingin kuceritakan padamu
Banyak sekali kata maaf yang terkunci rapat di ujung bibirku
Tak terhingga kata cinta yang ingin kuutarakan padamu, Bu...
Tapi anak remajamu ini masih merasa malu
Walaupun diri ini sendiri bingung,
Untuk apa aku malu,
Pada ibuku?
Ah, Ibu, aku tak bisa berkata lagi,
Aku bukan seorang pujangga hebat yang bisa merangkai kata indah wujud tanda cinta...
Aku hanya bisa bilang,
Ibu maafkan aku...

Oleh : Asykar


KANVAS UNTUK KAU

Oleh : Suhud Ongo
tapi tak bisa kupungkiri maknanya
membuat pandanganku cerah dan nafasku berhembus tasbih

Puluhan Kanvas usang yang telah berdebu
dilukis dengan semangat dan rasa bangga
dengan warna-warna keceriaan dan senyuman
kemudian di poles dengan cinta

tidak kah kutorehkan tinta ini untuk menggambarmu
bukan sebagai wanita Bugil yang bernilai milyaran
yang akan menjelma menjadi dewa

ku coba menatanya kembali
akan terlihat elok jika kutancapkan di ubun2 malam
berjejer dengan bintang-gemintang
biar setiap orang yang melihat terpesona dan iri
kenapa begitu rupawan wajahnya

Kanvas itu sudah berumur 4 tahun rupanya
tapi terasa begitu sangat menawan
tak kusangka sudah selama itu aku menyimpannya
atau mungkin akan selamanya

bukan apa yang kulakukan sekarang yang membuat aq bahagia
tapi apa yang ku dapat dari kemarin menjadikan aq sangat berharga
tanpa ada rasa berdosa karena ini
dan tidak akan pernah menyesalinya
walau yang terlihat hanya sebatas apa yang nampak

hhmmm....
aku bisa mencium aromanya yang begitu kuat
lebih kuat dari bau amortentia
mendekapku tanpa bisa ku hindari
kemudian aku terhanyut oleh rasanya

kau pun akan menghilang bersama dengan fajar
meninggalkan siluet yang menguning
tapi tidak akan ku biarkan kau pergi
tanpa berjabat tangan dengan ku

tidak akan ku teteskan Air mata untuk mu
itu hanya akan menghapus bahagiamu
tidak akan ku genggam tanganmu erat
karena kau akan kesakitan
tidak akan ku ingat dan kupikirkan kau
karena keberadaanmu bukan di kepalaku tetapi di Hatiku

sekarang kanvas ini akan ku berikankan kepadamu
tidak sebagai hadiah dariku tapi Rasa yang perna kau titipkan untukku
yang harus kau jaga bukan karena kewajiban
tapi karena cintamu kepada dia

Semoga Kanvas Usang itu Mengingatkan mu akan Kebodohanku
betapa kusia-siakan waktuku hanya untuk membuatmu bahagia


Malam dimana hanya Bintang yang mampu Bahagia ^_^
Mempesonalah Malam karena Bintang,. Riuhlah Jalan karena Angan,., Bahagialah Aku karena Kalian

Jumat, 17 Oktober 2014

WAHAI WANITA TUTUPLAH AURATMU …

Jika seorang wanita muslimah memakai hijab (jilbab), secara tidak langsung ia berkata kepada semua kaum laki-laki “Tundukkanlah pandanganmu, aku bukan milikmu serta kamu juga bukan milikku, tetapi saya hanya milik orang yang dihalalkan Allah bagiku. Aku orang yang merdeka dan tidak terikat dengan siapa pun dan aku tidak tertarik kepada siapa pun, karena saya jauh lebih tinggi dan terhormat dibanding mereka yang sengaja mengumbar auratnya supaya dinikmati oleh banyak orang.”
Wanita yang bertabarruj atau pamer aurat dan menampakkan keindahan tubuh di depan kaum laki-laki lain, akan mengundang perhatian laki-laki hidung belang dan serigala berbulu domba. Secara tidak langsung ia berkata, “Silahkan anda menikmati keindahan tubuhku dan kecantikan wajahku. Adakah orang yang mau mendekatiku? Adakah orang yang mau memandangiku? Adakah orang yang mau memberi senyuman kepadaku? Atau manakah orang yang berseloroh “Aduhai betapa cantiknya?”
Mereka berebut menikmati keindahan tubuhnya dan kecantikan wajahnya, sehingga membuat laki-laki terfitnah, maka jadilah ia sasaran empuk laki-laki penggoda dan suka mempermainkan wanita.
Manakah di antara dua wanita di atas yang lebih merdeka?

Kamis, 16 Oktober 2014

SANG PERKASA

Oleh : Suhud Ongo
bersimpuh atas nama kebahagiaan ku
walau kadang tak pernah ku memikirkannya
hanya untuk mengingat siapa nama lengkapnya

si tua yang begitu renta
bermandi peluh dan harap
setiap hasta bumi dia jejaki
mencari titik dimana tersembunyi rejeki

si tua yang begitu renta
bermandi peluh dan harap
tak dia pikirkan apa yang akan dia jejalkan kemulutnya
tetapi apa yang akan dia berikan untuk ku

si tua yang begitu renta
bermandi peluh dan harap
bukan terimakasih dan penghormatan yang dia harapkan
hanya cinta yang dia mau tunjukan

si tua yang begitu renta
bermandi peluh dan harap
ketika orang-orang menjelma malaikat
dia adalah malaikat sesungguhnya
sayapnya tidak nampak tapi sayangnya yang memikat

si tua yang begitu renta
bermandi peluh dan harap
emaspun tidak mampu menggantikan kemuliaannya
tingginya himalaya tidak sanggup menggapainya

si tua yang begitu renta
bermandi peluh dan harap
tidak mampu ku timbang cintamu
tidak sanggup ku maknai ketulusanmu
bukan karena aku bodoh, tapi karena begitu mulianya kau

si tua yang begitu renta
bermandi peluh dan harap
begitu bijaksananya hidupmu
menjadikan aq seperti apa yang ku inginkan

si tua yang begitu renta
bermandi peluh dan harap
hanya waktu yang mampu menjawab
harapan yang kau mau menjadi nyata
dan akan ku berikan pundakku untuk mengantarmu

si tua yang begitu renta
bermandi peluh dan harap
cintamu adalah cinta terindahku
senyummu adalah senyum termanisku
dan harapanmu adalah harapan terbesarku

si tua yang begitu renta
bermandi peluh dan harap
I Love U So Much
karena hanya kata itu yang mampu aku berikan
tidak sebagai biaya tapi arti ketulusanmu

Rabu, 15 Oktober 2014

SAHABAT

Sahabatku adalah tetesan embun pagi
yang jatuh membasahi kegersangan hati
hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari
dalam kesejukan

Sahabatku adalah bintang gemintang malam di angkasa raya
yang menemani kesendirian rembulan yang berduka
hingga mampu menerangi gulita semesta
dalam kebersamaan

Sahabatku adalah pohon rindang dengan seribu dahan
yang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankan
hingga mampu memberikan keteduhan
dalam kedamaian

Wahai angin pengembara
kabarkanlah kepadaku tentang dirinya

Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suci
yang jernih mengalir tiada henti
hingga mampu menghapuskan rasa dahaga diri
dalam kesegaran

Selasa, 14 Oktober 2014

SEPERTI APA SIH BIMA?


Oleh : Imam Yuliadi
1. BIMA 
Bima merupakan daerah tingkat II di Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sebelum bergabung dengan NKRI Daerah Bima telah melewati perjalanan sejarah yang panjang, dari masa sebelum Islam yang hingga kini masih sulit untuk diungkapkan serta dipaparkan sejarahnya karena ALASAN keterbatasan sumber. orang Bima menyebut dirinya "Dou Mbojo" jadi ketika teman-taman semua berkunjung ke Bima jangan heran ketika kata mbojo lebih familiar ketimbang kata Bima.

2. PERAN APA YANG BIMA MILIKI DALAM PERGOLAKAN SEJARAH BERSKALA NASIONAL?
Dalam konteks Sejarah Nasional Peran Bima dalam Dinamika politiknya jarang diungkap. hal ini mungkin dikarenakan porsi partisipasi pergolakan kekuasaan di sana banyak bersifat lokal dan regional wilayah saja. Selain itu penulisan sejarah tentang Bima juga banyak dilatar belakangi oleh Nasionalisme berlebihan sehingga tulisan-tulisan sejarah lokal tentang peran Bima dalam dinamika politik nasional terkesan dipaksakan. Dari sini penulis berusaha membuat tulisan dengan landasan historis lokal yang juga memaparkan karakteristik masyarakat Bima, sehingga selain pembaca bisa mengetahui Dinamika kekuasaan di Bima, pembaca juga bisa menilai sendiri bagaimana kondisi masyarakat Bima Abad 17-18 M.
Masyarakat Bima adalah masyarakat dengan kontruksi yang heterogen. Dalam masyarakat Bima terdiri dari komposisi ras yang lumayan beragam. Kapan dan bagaimana Bima bisa memiliki komposisi masyarakat yang demikian secara historis penulis akan mencoba memaparkan dalam tulisan ini yang mengangkat judul “Dinamika Sosial dan Politik Kesultanan Bima Abad 17 – 18 M” Bima masa kesultanan atau menurut Bpk. Ari Sapto M.Hum lebih tepat disebut Kerajaan Islam Bima yang dalam sejarahnya banyak ikut serta dalam berbagai pergolakan di Nusantara bagian timur terutama dalam masa awal pemerintahan kerajaan Islam Bima sekitar abad 17 M. 

3.INI KAH BIMA? INI KAH DOU MBOJO?
Ramainya jalur perdagangan dan pelayaran nusantara pada masa awal kerajaan Islam tidak hanya diikuti oleh inkulturasi dan transfer budaya, tetapi juga memancing kepentingan politis VOC dalam hegemoni kekuasaan serta monopoli Perdagangan di wilayah Bima. Dalam perkembangan selanjutnya ketika pemerintah Hindia Belanda mengambil alih wilayah kekuasaan VOC, Bima sebagai salah satu kerajaan di pulau sumbawa tidak luput dari penetrasi kekuasaan Belanda. Dari awal abad 17 M sampai pada awal abad 19 M Belanda sebagai kongsi dagang (VOC) maupun Belanda Sebagai pemerintahan kerajaan terus melakukan usaha Hegemoni kekuasan di wilayah ini, baik dengan politik Adu domba maupun dengan melakukan berbagai perjanjian akhirnya berhasil menguasai penuh lingkungan Istana, sehingga berujung dengan perjanjian yang dikenal dengan “Conract Met Bima”. Perjanjian ini menujukkan Bahwa kerajaan Bima benar-benar berada dalam wilayah Hegemoni Hindia Belanda.
INILAH AWAL DARI HILANGNYA TARING KESULTANAN BIMA, HINGGA SEKARANG TARING ITU TAK KUNJUNG TUMBUH..., TETAP OMPONG SEPERTI OMPU-OMPU DAN WA'I-WA'I. 

catatan:
"sebagai bahan kritik bagi pribadi dou Mbojo. Bukan menyebarkan aib"

Senin, 13 Oktober 2014

Mahasiswa-Alumni: sebuah renungan tentang Orientasi

Oleh Imam Yuliadi
Pergerakan Mahasiswa selalu jadi pembicaraan menarik selama masa perkuliahan. Gabungan antara Aktifitas intelektual dan dunia pergaulan mahasiswa dengan politik praktis di dalam sebuah negara, ditambah bumbu pemberontakan menjadikannya sedap untuk dikonsumsi oleh setiap pemuda yang darahnya gampang panas. Mahasiswa sebagai bagian dari kalangan muda yang haus akan aktualisasi diri membuatnya muncul sebagai Herodalam penggulingan kekuasaan. Di Indonesia sendiri mahasiswa sudah 2 kali turun tangan dalam menggulingkan penguasa. yang pertama saat menggulingkan pemerintah Orde Lama yang dipimpin Soekarno, dan yang kedua saat menumbangkan Orde Baru yang dipimpin Soeharto. dari dua peristiwa besar tersebut mahasiswa menempatkan dirinya pada posisi sentral dalam upaya pembaruan sistem di Indonesia.

sudah 13 tahun sejak peristiwa 1998, hawa panas reformasi masih belum hilang hingga saat ini. Aktifitas demo mahasiswa  masih terus terjadi dengan skala yang lebih kecil guna mengawal berbagai kebijakan pemerintah di Orde yang dinamakan orde reformasi. Walaupun dengan tujuan untuk mengawal kebijakan pemerintah tidak jarang aksi-aksi demo tersebut juga ditunggangi oleh berbagai kepentingan-kepentingan tertentu, aksi demo bayaran bukan lagi hal baru saat ini. Aktifitas organisasi mahasiswa juga dihadapkan dengan berbagai dilema baik dalam hal Ideologis maupun dalam hal arah pergerakan. Dalam hal arah pergerakan paling tampak dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan organisasi tersebut. banyak dari organisasi tersebut yang tengelam dalam aktifitas politik praktis (walaupun tidak semua), sehingga melahirkan kader-kader yang masih prematur, sehingga berorgasasi tidak menjadikan yang bersangkutan memiliki Idealisme dalam berpolitik malah menjadikannya bersikap pragmatis dalam berpolitik.

Dalam hal Ideologis organisasi mahasiswa mengalami dilema dalam mengarahkan ideologi organnya sendiri, ada banyak organisasi kemahasiswaan, baik organisasi intra kampus (Omik) maupun organisasi ekstra kampus (Omek) tidak memiliki landasan jelas dalam membangun organisasinya, Sistem pemerintahan di Indonesia menjadi acuan yang umumnya digunakan oleh mahasiswa dalam membangun organisasinya, padahal mahasiswa sendiri sadar kalau negara saat ini pun sedang mencari bentuk ideal dalam kerangka Ideologi pancasila, dimana Pancasila sendiri merupakan ideologi campuran antara Ideologi Sosialis, Liberal, dan agama. Sehingga tidak jarang organisasi kemahasiswaan tersebut mencari arah Ideologi sendiri termasuk di luar ideologi Pancasila.

Keterjebakan mahasiswa bukan hanya terjadi dalam aktifitas berorganisasi di kampus. sebagian lagi (sebagian besar) terjebak dalam keadaan yang lebih parah, pengaruh negatif media berupa hedonisme bahkan membuatnya lupa akan aktifitas akademisnya sebagai mahasiswa. Tempat-tempat hiburan malam ramai dikunjungi mahasiswa, sebut saja Balebarong atau Hugos (dua diantara banyak tempat dugem di Malang), kalau ke tempat tersebut, anda akan mendapati sebagian besar pengunjungnya adalah mahasiswa. hal ini jelas buruknya bagi mahasiswa tersebut tanpa harus dijelaskan panjang lebar tentang aktifitas dugem beserta minuman keras yang disuguhkan.

dari permasalahan lunturnya Idealisme mahasiswa karena godaan politik praktis, kemudian kehilangan arah Ideologis dalam organisasi kemahasiswaan, sampai pada keterjebakan mahasiswa pada dunia Hedonis. kesemuanya merupakan permasalahan yang begitu kompleks. Padahal di luar berbagai masalah yang kompleks tersebut sebenarnya ada sebuah misi penting yang sejatinya menjadi bahan renungan para mahasiswa saat ini. Di masa masa kritisnya bangsa saat ini, masyarakat di luar sana membutuhkan sebuah inovasi yang nyata untuk pembangunan, dan sejatinya solusi itu lahir dari pemikiran-pemikiran Alumni. Kenapa Alumni? di sini penulis menganalogikan seorang alumni perguruan tinggi sebagai seorang bayi yang telah melewati masa-masa kritisnya disaat masih menjadi janin (mahasiswa). seorang bayi yang mau tidak mau harus beradaptasi dengan dunia luar yang ganas (gerah & panas), sehingga idealismenya bisa diuji.

Namun dengan kondisi masyarakat yang butuh terobosan baru dari alumni, alumni justru tidak siap terjun masyarakat, alih-alih membawa solusi, alumni justru menjadi masalah baru bagi Negara dimana pemerintah harus bekerja ekstra keras menurunkan angka pengangguran (walaupun pada tahun 2010-2011 angka pengangguran menurun 9%). Belum lagi aspek moral dalam dunia kerja yang rawan akan korupsi. Kehidupan yang pragmatis, Ideologi yang tidak matang, racun hedonisme merupakan tantangan berat bagi pada alumni saat ini, yang juga merupakan PR bersama bangsa ini, dalam hal ini adalah kaitannya dengan lembaga pendidikan Perguruan Tinggi. Setidaknya tulisan ini bisa menjadi bahan renungan bersama para Mahasiswa, Khususnya teman-teman di Universitas Negeri Malang yang akan segera terjun ke dunia kerja, sehingga bisa memahami posisi dan perannya sebagai Agent Intelektual dalam masyarakat.